MENGAPA MENULIS?

 

MENGAPA MENULIS?

1.      Menyalurkan hobi

Semua orang mempunyai hobi, ada yang hobi memasak, jalan-jalan, makan, olah raga dan menulis. Kita dapat melihat potensi kita, apakah kita mempunyai hobi yang mengarah pada menulis dari keseharian kita. Seperti yang suka bercerita atau curhat tentang kebahagiaan dan kesedihan dirinya dan orang lain.

 Hal itu merupakan potensi atau bakat yang dapat di asah. Awalnya dari cerita-cerita sederhana kemudian dituangkan melalui tulisan yang akhirnya dapat disebarkan kepada orang lain sehingga memberikan manfaat atau mendapatkan nilai moral dari cerita yang kita suguhkan. 

2.      Metode terbaik untuk belajar

Menulis tidak akan lepas dari yang namanya membaca. Kita dapat menuliskan kata-kata yang baik, terstruktur dan sistematis karena banyak buku yang sudah kita baca. Membaca dapat membuat pengetahuan menjadi bertambah luas.

Menulis akan membuat kita lebih cerdas karena mengolah fakta, pendapat, pemikiran-pemikiran, dan hasil proses dalam menulis. Karena otak kita di paksa harus kreatif menuangkan ide atau gagasan yang berkualitas.

3.      Menciptakan Kenangan

Jika semua hal tertuang dalam sebuah tulisan, suatu saat ketika kita mencarinya tidak akan susah. Tulisan itu akan membuat kita membuka kenangan di masa lampau. Bukti-bukti sejarah bahwa kita pernah berkarya dan menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua orang.

Jika kita hanya bercerita saja, mungkin akan banyak orang yang tidak percaya dan menganggapnya hanya sebuah dongeng. Tapi jika kita mempunyai buku, maka orang akan percaya dengan apa yang telah kita lakukan di masa lampau dan untuk memberikan motivasi kepada generasi berikutnya.

4.      Menjaga kesehatan

Banyak orang tertekan karena memikirkan masalah yang belum dapat menyelesaikannya. Mereka mencari cara bagaimana agar hatinya tidak GEGANA (gelisah, galau, merana) dan banyak orang sudah menemukan cara agar menjadi tenang yaitu dengan menulis.

Dengan melampiaskan semuanya melalui tulisan baik marah, benci, sedih, rasa sakit yang teramat dalam maka akan meringankan beban perasaannya. Meskipun tulisan itu pada akhirnya tidak dikumpulkannya tetapi di remas, di buang ke tong sampah.

5.      Menghasilkan Cuan

Tidak dipungkiri lagi, Hari ini banyak orang yang menjadikan penulis sebagai profesinya. Mereka menulis buku fiksi maupun non fiksi kemudian diterbitkan, diperbanyak kemudian di jual. Memang menulis buku memerlukan waktu yang cukup panjang dan konsentrasi yang baik tapi jika sudah dapat menyelesaikannya akan menjadi sebuah kebahagiaan sendiri bagi kita sebagai penulisnya.

Ada yang lebih sederhana lagi dan cepat mendapatkan cuan. Adalah para penulis yang mengirim tulisannya baik itu artikel, cerpen, puisi, kisah ke media online. Penulis hanya perlu menulis 500 sampai 1000 kata dan di kirim ke redaktur, jika tulisannya ditayangkan maka penulis akan mendapat uang.

 

 

Komentar