Melepas Dengan Senyum

“Seindah mentari pagi, menerangi, memberi kehangatan hingga akhirnya bertemu senja dan ketika malam mulai menyapa, aku melihat banyak bintang yang bertaburan di angkasa menerangi malam yang gelap penuh romantis."

Dalam kesedihan yang mendalam ditinggalkan oleh orang nomor satu di SMANTURA GORREDI namun meninggalkan banyak cerita kebahagiaan yang akan menjadi kenangan di hati kita masing-masing. Benar kata orang tua bahwa hidup ini tinggal menunggu giliran. Kita tak akan selamanya di posisi yang sama, tapi tetap akan melangkah ke posisi yang lain atau bisa jadi ke posisi semula.

Dan dari semua kebaikannya dalam membangun sekolah tercinta bersama warga sekolah, kami dapat mengatakan bahwa bukan hal yang mudah untuk membentuk tim yang solid dan mempunyai loyalitas yang tinggi, mempunyai daya juang, pemikiran dan ide-ide terbaik dalam setiap langkah yang akan di tempuh, karena bukan hanya sekadar ambil peran tapi ingin menjadi yang terdepan.
Tidak mau menjadi pemalas tapi ingin menjadi penggagas dan mempunyai jiwa yang tegas dan kerja cerdas untuk menghasilkan generasi seberang sungai melawi menjadi cerdas.
Sekolah yang berada di PAKISTAN alias depan pakis, belakang hutan kini menjadi pilihan. Bergerak dengan percaya diri agar menjadi semakin mandiri.
 
Dalam masa kepemimpinannya, kami dapat mencuri ilmu darinya. Bukan saling mengikat tapi mempererat silaturahmi tanpa sekat. Bagaimana cara memotivasi hingga cara mengantisifasi jika memang terdapat yang tidak sehati. Menjadi bestie bagi semua guru hingga susah terganti. 

Saking aktif sehingga kadang posesif. Dalam arti yang sangat luas bahwa kebersamaan yang sudah terjalin dan terjaga akan terjalin sampai kapanpun juga, menjadi sahabat dalam suka maupun duka dari kehidupan di dunia hingga sampai surga. Tentu, jiwa raga kami masih bersemangat untuk melanjutkan cita-cita dengan tertata dan mengembangkan bakat talenta baik guru dan siswa dengan penuh cinta.

Tujuh tahun ya, seperti baru kemarin saja, padahal kita pergi bekerja penuh tantangan. Bagaimana tidak, kita pergi dari rumah masing-masing menggunakan kendaraan pribadi kemudian janjian di dermaga, turun tangga, naik sampan, naik tangga, dan jalan kaki selama 45 menit. Sudah menjadi rutinitas demi loyalitas tanpa batas. Sekolah tercinta dalam 5 tahun berdiri, sekolah tercinta mendapat akreditasi A bukan mencari siapa yang paling berjasa tapi karena semua pihak siap bekerja sama dengan penuh bersahaja.

Akhir kata, kami ucapkan kepada orang yang telah membersamai kami dari musim gugur hingga musim semi. Dari hati yang terdalam, mohon dimaafkan jika memang kami banyak kesalahan dan terimakasih atas semua kebaikan. Apa yang sudah ditinggalkan, biarlah terus berjalan meski perlahan dan suatu saat akan menjadi keran keberhasilan.
Menjadi sosok yang baru di sekolah baru bertemu dengan guru-guru yang baru, semoga bisa menjadi pembaharu yang berinovasi dalam mengembangkan dunia pendidikan sampai berhasil dan prestasi. Tetaplah menjadi tempat berkeluh kesah meski sudah lelah. Tetaplah menjadi sosok yang selalu di cari karena kami sudah tau, tempat persembunyian yang paling nyaman itu di KDH, kafenya para guru untuk ngopi, ngobrol pintar penuh inspirasi🤭

#BukuKenangan
#BukuPerdanaSmantura
#DenganWargaPertama

Hanya rasa bahagia dan berkah selalu☘️

Komentar